PENCEMARAN AIR DI BUMI PERTIWI

 Air dan pencemaran air

Ikatan H­2 dan O menjadi sangat penting karena hasil reaksinyaialah H2O (air). keberadaanya menempati sekitar 70% luas permukaan bumi yang terdiri atas perairan di daratan dan lautan. Dari 100% total air di bumi, 87% nya berupa air laut, air tanah yang dalam atau berupa es di daerah kutub. Dan, sekitar 3% nya saja sebagai air tawar yang digunakan oleh manusia diantaranya 0,003% untuk minum, mencuci, mandi, dan masih banyak lagi. Kehidupan tidak pernah terlepas dari air, bahkan 60% tubuh kita mengandung cairan. Maka, sangat penting memilih air yang  sehat untuk konsumsi tubuh. Namun, dengan perananya yang sentral ini, akan menjadi kendala ketika ketersediannya tidak mencukupi.

Seperti dinyatakan oleh World Water Forum II,  jika dunia akan mengalami krisi air bersih pada tahun 2025, termasuk Indonesia yang kaya air. Salah satu masalah yang menyebabkan krisi ini ialah pencemaran air. Dalam PP No. 20/1990, Pasal (1) ayat (2) tentang Pengendalian Pencemaran Air, didefinisikan sebagai: pencemaran air ialah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Segala kegiatan manusia yang  berakibat pada pencemaran, akan menghasilkan limbah. Beberapa limbah dalam kategori toleran namun ada pula yang berbahaya  dan berbau sehingga tidak layak lagi utuk digunakan.

Limbah dapat berbentuk cair, gas dan padat. Dalam air limbah terdapat beberapa bahan kimia yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan mikroorganisme patogen penyebab penyakit dan dapat mematikan organisme biotik. Untuk mengurangi dampak tersebut maka, air limbah harus diolah agar tidak mencemari dan membahayakan kesehatan lingkungan. Tingginya beban pencemaran ini menjadi indikator pencemaran air.

Sumber air limbah berasal dari limbah industri, limbah domestik, limbah komersil. Berdasarkan jumlah air limbah dan beban polutan organik, untuk limbah domestik (75% dan 70%) limbah komersil berasal dari perkantoran dan pertokoan (15 % dan 14%), limbah industri (10% dan 16%).

Hasil limbah untuk domestik perorang ialah (200-300 liter orang/hari). Sementara, untuk  limbah domestik rumah tangga yang berjumlah 4 anggota keluarga dengan Buangan Closet (WC) saja,  jika dihitung jumlah air limbah yang dibuang setiap  hari sekitar 10 liter/orang/hari. Besarnya tangki pencerna (septic tank) dalam  1 tahun (2 kali melakukan defekasi x 4 anggota keluarga x 10 liter x 365 hari  = 29.200 liter/tahun) atau setara dengan 3.244 galon. Limbah ini berbahaya, karena memperbesar kemungkinan terjadinya resapan pada lapisan tanah yang akhirnya mencemari ketersediaan air bawah tanah. Dan, dapat pula meluap ketika terjadi banjir yang mengakibatkan timbulnya beragam penyakit. Kemudian air banjir menuju air sungai dan terjadi pencemaran oleh E.coli penyebab beragam penyakit diataranya kolera.

Untuk bidang industri yang terus berkembang di Jawa akan jenuh dengan kuantitas industri yang menghasilkan limbah sebanyak 286  ton BOD/hari. Berdasarkan kadar BOD, COD pada 40 sungai di daerah perkotaan (1995-2000) sebanyak 62,5 % tercemar ringan, 6 sungai (15 %) tercemar berat dan 8 sungai (20%) telah tercemar sangat berat. Persentase ini akan terus bertambah seiring dengan peningkatan jumlah industi. Sangat tidak arif membuang limbah ke sungi yang menyediakan air untuk kehidupan.

Limbah komersil berasal dari pertokoan dan perkantoran akan meningkat  seiring dengan prestigious dan peningkatan taraf hidup.

Pengamatan secara mata telanjang tidak dapat memberikan kita informasi zat yang teakumulasi pada air konsumsi secara pasti, Karena boleh  jadi secara indera air tersebut tidak berbubah rasa, warna dan bau. Namun, setelah dilakukan pengujian lanjutan mengandung  kadar melebihi batas ambang toleransi. Indikator yang umum diketahui pada pemeriksaan pencemaran air adalah pH, oksigen terlarut atau, Biochemiycal Oxygen Demand (BOD) serta Chemical Oxygen Demand (COD). pH atau Konsentrasi Ion Hidrogen.  Air normal yang memenuhi syarat untuk  suatu kehidupan mempunyai pH sekitar  6,5 – 7,5. Air akan bersifat asam atau basa tergantung besar kecilnya pH. Bila pH di bawah  pH normal, maka air tersebut bersifat asam, sedangkan air yang mempunyai pH di atas pH  normal bersifat basa. Air limbah dan bahan buangan industri akan mengubah pH air yang  akhirnya akan mengganggu kehidupan biota akuatik.  Seperti kasus di Teluk Buyat yang mematikan  banyak ikan dan setelah diketahui penyebabnya adalah kandungan Merkuri. Merkuri ini sangat berbahaya karena jika terkonsumsi mengakibatkan karsinogen atau penyebab kanker. Mungkin masih banyak zat karsinogen lain yang persisten dan terakumulasi di perairan. Berdasarkan UNESCO/WHO/UNEP, Kadar maksimum BOD5 (setelah limbah berumur 5 hari) yang diperkenankan untuk kepentingan air minum dan menopang kehidupan organisme akuatik adalah 3,0 – 6,0 mg/L.  Nilai  COD pada perairan yang tidak tercemar biasanya kurang dari 20 mg/L, sedangkan pada perairan tercemar  dapat lebih dari 200 mg/L dan pada limbah industri dapat  mencapai 60.000 mg/L. Untuk mengetahui kadar BOD, COD, pH peneliti mengambil sampel dari perairan yang tercemar selanjutnya dilakukan penelitian di laboratorium.

Air yang memadai bagi konsumsi manusia perlu memenuhi kriteria keamanan yang sesuai dengan kriteria bagi peruntukan air tersebut. Misalnya kriteria air yang dapat diminum secara langsung (air kualitas A) mempunyai kriteria yang berbeda dengan air yang dapat digunakan untuk air baku air minum (kualitas  B) , air kualitas C untuk keperluan perikanan dan peternakan dan air kualitas D untuk keperluan pertanian serta usaha perkotaan, industri dan pembangkit tenaga air.

Dampak

Pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan kesadaran akan pentingnya air  bahwa air adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui akan berdampak pada banyak hal. Dampak pencemaran air pada umumnya dibagi dalam 4 kategori (KLH, 2004)

  • dampak terhadap kesehatan, Jika air yang tercemar logam berat terus dikonsumsi maka dapat menyebabkan degradasi kesehatan manusia. Dampak melalui perantara ikan yang dikonsumsi seperti kasus minamata menyebabkan penyakit kelumpuhan dan kematian secara cepat.
  • dampak terhadap kehidupan biota air. Air tidak hanya untuk konsumsi manusia namun organime  akuatik seperti ikan, rumput  laut, dan sebagainya membutuhkan air sebagai  habitat hidupnya. Pencemaran air menyebabkan hilangnya biota perairan kita. Jika it uterus terjadi kita dan generasi mendatang tidak dapat memperoleh nutrisi dari sumber makanan biota perairan.
  • dampak terhadap kualitas air tanah. Seperti telah diuraikan sebelumnya, zat-zat pencemar dapat meresap melalui lapisan tanah yang akhirnya terlarut dalam air tanah. Padahal, kita lebih banyak mengkonsumsi air  tanah.
  • dampak terhadap estetika lingkungan. Air yang tercemar dapat merubah rasa, warna dan bau sehingga mengurangi nilai estetika lingkungan.

Dapat kita bayangkan dampak krisis air yang akan dan sedang terjadi ketika semua limbah tersebut telah mencemari perairan kita. Mungkin dimasa depan air menjadi sumber daya yang sangat mahal harganya dibandingkan dengan bahan bakar kendaraan.

Solusi

  1. Meningkatkan kesadaran individu mengenai dampak pencemaran air dan pengaruhnya pada ketersediaan air dimasa  kini dan masa depan.
  2. Menjaga kualitas  air sungai tetap mencapai  baku mutu limbah cair  sesuai dengan Kepmen LH no.Kep-51/MENLH/10/1995.
  3. Setiap industri harus membangun IPAL baik secara individu maupun gabungan, agar limbah tidak mencemari perairan kita.
  4. Pengolahan terpadu limbah domestik dan komersial menjadi pupuk organik dan pembuatan tanki septik dengan ± jarak 10 meter dari sumber air.
  5. Malakukan 3 R (reuse, reduct, recycle).
  6. Gerakan penghematan air.
  7. Dan lain-lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi zat pencemar dalam air.

“Mari selamatkan air untuk bumi pertiwi”

Daftar Pustaka

About these ads

About wulanamigdala

i love reading i'm struggle
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s