Perubahan Iklim Terhadap Konservasi Alam

ERK dan perubahan iklim

Bumi telah mengalami periode dingin dan panas. Misalnya ketika jaman es, suhu Bumi lebih dingin mencapai  9°C dibandingkan sekarang yang mungkin manusia tidak dapat hidup dengan baik. Menurut peneliti, penyebab dari hal ini ialah perubahan orbit Bumi mengelilingi Matahari dan siklus orbitalnya.

Gambar orbit bumi mengelilingi matahari

Sumber: http://indonesia.faithfreedom.org/forum/sains-dalam-quran-dua-tempat-terbit-dan-terbenam-matahari-t11243/page160.html

Telah kita  ketahui bahwa matahari menjadi sumber energi panas alami bagi bumi.  Keseimbangan panas menentukan berapa energi matahari yang harus diserap bumi  dan beberapa dipantulkan kembali oleh permukaan bumi dalam bentuk radiasi inframerah (panas) ke angkasa luar.  Gas-gas rumah kaca membantu penyerapan kembali energi yang dipantulkan sehingga bumi semakin menghangat.

Seandainya gas-gas rumah kaca seperi uap air, ozon, awan dan gas hasil kegiatan manusia (CO2, matena, nitrooksida, dsb) tidak terakumulasi di atmosfer maka suhu bumi tidak dapat ditoleransi untuk kehidupan atau tetap dingin seperti jaman es.

Masalah pun muncul ketika  jumlah ERK (Efek Rumah Kaca)  ini  yang menyebabkan hilangnya keseimbangan panas bumi.

Sumber: http://duwdu.ngeblogs.info/2010/11/12/efek-rumah-kaca/

Gambar diatas menunjukan jika Jumlah ERK melampaui ambang batas atau melebihi kemampuan alam  untuk mestabilkannya maka pemantulan kembali  panas oleh permukaan bumi semakin tinggi. Dan hasilnya terjadilah global warming.

Sebenarnya kejadian alam berupa aerosol letusan vulkanik memberikan kontribusi terhadap penurunan panas bumi. Namun aktivitas manusia secara berlebihan telah meningkatkan gas ERK dari hasil pembakaran bahan bakar fosil, industri, deforestasi dan sebaginya. Tercatat terjadi kenaikan panas pada era revolusi  industri.

Global warming berdampak pada perubahan iklim. Pada musim penghujan, Suhu yang  panas akan meningkatkan evaporasi air laut sehingga presipitasi semakin banyak dan pada musim kemarau terjadi kekeringan yang fatal. Jika mitigasi dan adaptasi  suatu wilayah rendah akan terjadi banjir, persebaran penyakit dan dampak buruk lainnya bagi makhluk hidup. Tahun 2003, Panas ekstrim pernah melanda Eropa dan mungkin pula akan terjadi pada tahun-tahun berikutnya.

Apa kita berharap pada alam saja untuk merubah ini semua dalam waktu yang relativ sangat lama dan dalam rentang waktu tersebut ancaman ekstrim terjadi pada kehidupan manusia ataukah merubah keadaan dengan menjaga hutan? Apapun itu, Semua perubahan dimulai dari diri anda.

Skema. Hubungan alam dan perubahan iklim

Alam/hutan – deforestasi – perubahan iklim – konservasi partisipatif

Hutan adalah habitat bagi makhluk hidup, sejak pra sejarah yang nomaden hingga kini kita selalu berinteraksi aktiv dengan hutan.

Salah satu  penyumbang ERK adalah  deforestasi. Banyak sekali eksploitasi besar-besaran (penebangan liar, konversi menjadi perkebunan, dsb) yang dilakukan sehingga merubah struktur hutan. Padahal hutan adalah paru-paru dunia, didalamnya terdapat biodiversitas tumbuhan, alga, mikroorgaisme yang dapat menyerap CO2 sebagai bahan dasar fotosintesis  dan menghasilkan O2 untuk pernapasan. Bayangkan jika hutan kita hilang, mungkin O2 menjadi sesuatu yang langka. Kita dapat bertahan hidup tanpa minyak bumi tetapi tidak tanpa oksigen.

Paru-paru dunia kini kinerjanya semakin berkurang. Contoh pasti di Indonesia, banyak kawasan hutan dikonversi menjadi perkebunan dengan cara membakarnya. Padahal hasil pembakaran tersebut ialah CO2 yang menjadi ERK terbesar saat ini.

Lebih  ekstrim lagi, perusakan lahan gambut. Kita tahu bahwa lahan gambut adalah lahan tergenang air, ketika tumbuhan dibabat  habis, otomatis daerah ini menjadi kering dan dampak berkepanjangan dari pembakaran hutan gambut ialah asap tebal karena hotspot pada lapisan bawah lahan gambut sulit untuk di deteksi dan dipadamkan, pastinya perusakan alam dapat menggagu keseimbangan ekologi dan menjadi faktor perubahan iklim.

Gambar perusakan alam

http://Irwantoshur.blogspot.com201003tahap-tahap-perkembangan-suksesi.html

Sumber:http://teroriscinta.blog.friendster.com/2008/10/dahsyatnya-ilegal-logging-di-indonesia-catatan-icw-dari-seminarnya-pukat-korupsi-ugm/

Tabel 2.1. Gas rumah kaca dan kontribusinya terhadap efek  rumah kaca

No Gas rumah kaca Rumus kimia Kontribusi 

( % )

2

3

4

5

6

Karbon dioksida 

Metana

Klorofluro karbon R-12

Ozon

Kloro fluro karbon R-11

Nitro oksida

CO2 

CH4

CFC R-12

O3

CFC R-11

N2O

50 

13

12

7

5

5

Sumber : http//www.student unimess/a.andano/global warming

Sumber:  http://migasnet01afrizal719.blogspot.com/2009_06_01_archive.html

Sudah selayaknya  kita  melakukan konservasi terhadap hutan bukan hanya  sekedar himbauan tapi aplikasinya. Bukan pula hanya tanggung jawab sebagian pihak tapi untuk semua yang ingin diri dan generasinya hidup lebih baik. Maka, dibutuhkan sebuah konservasi alam yang partisipatif.

Konservasi alam partisifatif  melibatkan seluruh lapisan masyarakat yang peduli akan keberlanjutan kehidupan alam. Diharapkan dengan adanya kesadaran dari diri individu,  hutan  bisa melakukan fungsi optimalnya sebagai paru dunia.

Warga disekitar hutan konservasi dilibatkan dalam gerakan reboisasi dan perlindungan alam, juga kegiatan ekonomi yang tidak sepenuhnya bergantung pada alam.

Kita mungkin sedikit miris dengan adanya kesenjangan antara negara. Emisi terbesar dari usaha manusia ialah pada negara-negara maju, kemudian negara berkembang pun ingin kemajuan tersebut dengan menggadaikan alamnya. Tapi, banyak pula negara yang sadar akan hal ini, mereka menyetujui protokol Kyoto untuk jual beli karbon, dimana negara maju membayar atas karbon yang  mereka hasilkan dengan sejumlah biaya untuk melakukan konservasi alam di negara-negara  yang masih memiliki hutan potensi.

Mari bekerjasama mengkonservasi alam untuk hari ini dan masa depan.

Sumber Acuan

Forest And Line Fires. WWF.  www.wwf.or.id/climate

Sisi Lain Perubahan Iklim.UNDP Indonesia. www.undp.or.id

Climate4Classrooms.org/id. offline pack

One thought on “Perubahan Iklim Terhadap Konservasi Alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s