Manajemen sampah keluarga

Manajemen sampah keluarga

Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembuatan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembuatan manufktur atau  materi berkelebihan atau ditolak atau buangan (Kementerian Lingkungan Hidup,  2005).

Berdasakan jenisnya sampah digolongkan menjadi 2 yaitu sampah organik dan sampah anorganik. sampah organik yaitu yang mudah membusuk, terdiri dari  sisa makanan, sisa sayuran, kulit buah, daun-daunan  dan rumput atau bahan yang dapat diurai dengan mudah oleh organisme pengurai. Sedangkan, sampah anorganik  sampah  seperti   kertas, kardus, kaca/gelas, plastik, besi dan logam lainnya atau bahan yang membutuhkan waktu lama untuk diurai menjadi materi yang lebih sederhana (SNI 3242:2008).


Seluruh sisa aktivitas  manusia menghasilkan sampah. Kita tidak dapat menghindari keberadaanya.  Dengan kondisi tersebut kita patut untuk peduli terhadap usaha-usaha yang dilakukan untuk mereduksi sampah karena jika jumlahnya melebihi kapasitas lahan dapat menimbulkan banyak efek samping dianataranya tempat berkembangnya kuman penyakit, menyumbat aliran air, menggangu  pernapasan dari bau busuknya, mengurangi estetika suatu wilayah, dsb.

(ITB, 2010)

Kita dapat melihat komposisi sampah berdasarkan volume seperti yang ditunjukan pada diagram. Komposisi terbesar ialah kemasan, organik, dan kertas. Jumlahnya yang besar ini perlu perhatian khusus untuk menghindari dan mengurangi efek samping. Pola penganan secara terpadu ialah dengan menerapkan 3R (reuse, reduct, recycle) diantaranya, sampah organik dapat dibuat pupuk hayati dan sampah anorganik dapat di daur  ulang hingga memiliki nilai guna konsumsi dan ekonomi.


(masyarakat bukit kencana jaya, semarang)

3R dapat dilakukan mulai dari skala rumah tangga karena setiap anggota keluarga adalah  satuan  dari masyarakat yang lebih mudah untuk dimanajeman. Seperti terlihat pada gambar diatas yang dilakukan oleh Masyarakat Bukit Kencana Jaya, Semarang. Masyarakat tidak hanya mengandalkan TPA (Tempat  Pembuangan Sampah Akhir) yang tidak bisa lagi menampung volume sampah hingga menimbulkan pencemaran tanah, air dan udara.

Pada skala rumah tangga. Sampah rumah tangga dikelompokan menjadi 3, plastik pertama berisi sampah yang dapat dijual atau di daur ulang dan hasilnya dapat digunakan masyarakat untuk media tanam atau pupuk hayati dan dapat pula dijual. Plastik kedua berisi sampah organik yang akan diangkut ke pusat  pengolahan sampah utuk dijadikan pupuk hayati. Sementara plastik ketiga berupa sampah yang diangkut  ke TPA karena tidak dapat digunakan lagi. Hal ini, dilakukan secara  bersama oleh seluruh anggota masyarakat.

Kerjasama masyarakat ini dapat mengurangi volume sampah yang dIbuang ke TPA sehingga lingkungan menjadi bersih dan taraf kehidupan masyarakat dapat ditingkatkan.

Usaha penanganan sampah yang  dengan melibatkan satuan masyarakat, memberikan dampak positif yang luar biasa terhadap lingkungan. Jika setiap wilayah memiliki manajeman persampahan secara terpadu, kita dapat menikmati indahnhya lingkungan kita.

Referensi

Kementerian Lingkungan Hidup.  2005

Destiana , D.C, dkk. 2010. Konsep penangan sampah. Environmental engineering ITB

Yayasan Bintari. Desentralisasi Pengelolaan Sampah Masyarakat Bukit Kencana Jaya. Semarang

One thought on “Manajemen sampah keluarga

  1. Seandainya semua pemerintah kota dapat mencanankan program tersebut pada seluruh warganya, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi Negara yang bersih dan kualitas kesehatan pun dapat ditingkatkan…
    Seditkit koreksi, nga tau benar pa nga,,, 3R itu bukannya reuse, recycle, reduce….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s