NENEKKU

Sudah 3 tahun ini aku menjadi pengamen jalanan, mencari sepeser rupiah utuk menyambung biaya hidup dan pendidikan. Aku anak sebatang kara, orang tuaku sudah lama meninggal karena bencana alam. Aku hanya dibesarkan olah nenek tapi, itu tidak membuatku menyerah selama ada do’a dan semangat.

Subuh, aku membantu nenek menjajakan sayuran di sekitar kompleks. Sebenarnya, aku ingin nenek menikmati masa tuanya tanpa harus melakukan pekerjaan yang menguras tenaga. Membawa bakul sayuran dan berjalan untuk menjajakannya dari rumah kerumah, tentu bukan pekerjaan ringan. Apalagi siangnya ia harus bekerja sebagai burh di pasar.

Neneku, wanita luar biasa yang pernah ada. Pekerja keras dan memanadang pendidikan sebagai kebutuhan utama seseorang meskipun ia tidak tamat Sekolah Rakyat pada jamannya dan hidup dibawah sederhana. Pernah suatu ketika nenek marah besar terhadapku karena aku bolos sekolah untuk hal-hal yang tidak berguna. Tapi, ada kalimat yang selalu ku ingat “Nenek  tidak memiliki harta yang melimpah, juga tidak bisa menjagamu selamanya tapi nenek akan berjuang untuk memberikan pendidikan karena dengan ilmu, hidupmu akan lebih mudah. Tidak lagi mengulang keadaan hidup seperti saat ini”. Aku menangis sesegukan hingga rasanya menyakitkan dada. Aku merasa sangat bodoh, tidak menghargai perjuangna nenek selama ini.

Semenjak kejadian itu, aku bertekat mendapatkan peringkat terbaik di sekolah agar mendapatkan beasiswa ke SMP (Sekolah Mennegha Pertama) unggulan. Jam istirahat biasanya kuhabiskan waktu di perpustakaan karena pulang sekolah nanti harus mengamen di jalanan.

Tahun pertama mengamen, aku menjadi cemoohan teman-teman sekolah. Tapi, daripada mengemis lebih baik mengamen. Sorenya, aku mengajar anak-anak atau teman-teman jalanan yang putus sekolah. Meskipun keadaan ekonomi tidak mendukung namun harapanku mereka bisa bersekolah lagi. Nenek lah yang menjadi pelopor kegiatan tersebut ia berpesan “Berbagilah meski sedikit”.

Malam yang semakin dingin dengan gemuruh hujan. “tik…tik..tik…”. pada beberapa titik tempat tinggal kami telah bocor. Kami harus mengalasinya dengan  ember.

“Tidak semua air bisa memasuki tempat tinggal, beberapa adang merugikan tapi kita bisa menggunakannya untuk mencuci besok pagi”. Lalu melempar senyum kepadaku. Adalagi yang membuatku kagum terhadap nenek yaitu wanita tua yang sederhana dan selalu berfikir bahagia.

Batuk-batuk  nenek semakin hari semakin terdengar parah. Meskipun sudah menggunakan obat. Aku takut karena beberapa tetengga mengatakan itu penyakit tua dan tidak dapat disembuhkan. “Nenenk…..”. ku peluk erat tubuhnya yang renta itu.

“Nenek tidak mengajarimu menjadi lelaki cengneng”.

“Tapi, nek”.

“Setiap yang berjiwa itu pasti akan mati. Tapi nenek selalu berdo’a kepada Tuhan untuk kesuksesanmu dan nenek beruasa bertahan hingga kamu menraihnya”.

Beberapa hari ini aku menggantikan semua pekerjaan nenek karena aku bersih keras memintanya untuk beristirahat di rumah. Akupun harus berusaha belajar dengan baik karena akan menghadapi ujian nasional. Aku tidak akan mengecewakan nenek lagi.

Hari pengumuman kelulusan pun tiba. Aku semain tidak karuan karena namaku belum saja  disebut. Hingga akhirnya dinobatkan sebagai siswa terbaik. ketika  menyampaikan sepatah kata, banyak sekali ucapan terimakasih untuk  nenek yang telah membawaku pada titik kebanggaan dalam hiduku dan semua ku persembahkan untukknya.

Rasa kebahagiaan itu kemudian bercampur kesedihan mendalam. Nenek yang duduk di deretan kursi depan tertidur untuk selamanya dengan senyuman. Nenek tetap dihatiku selamanya karena ia mampu menjadi orang tua, s ahabat, guru d an segalanya bagiku. I love u nenek.

by. Amigdala

 

 

 

One thought on “NENEKKU

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s