MEMBANGUN KESADARAN HEMAT ENERGI UNTUK MASA DEPAN

 Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina

www.mudaers.com

www.sobatbumi.com

Energi tidak diciptakan dan dimusnahkan namun dapat dirubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Sementara perubahan, ada yang dapat kembali dan tidak dapat kembali ke bentuk awal. Misalkan BBM (Bahan Bakar Minyak) yang berasal dari fosil setelah mengalami reaksi pembakaran akan menghasilkan gas (Karbon diosksida, dsb). Tidak kembali lagi menjadi BBM, bukan?. Minyak fosil tersebut ketersediannya semakin terbatas.

Negara-negara yang termasuk dalam G8 sebagai negara konsumen energi terbesar akan minyak bumi, batubara dan gas alam sebesar 64,76% dari total energi dunia. Jadi, beberapa energi yang berbanding lurus dengan perkembangan teknologi ialah energi yang tidak dapat diperbaharui dan mengalami eksploitasi besar-besaran untuk mencukupi kebutuhan warga dunia. Kita tidak menapikan bahwa perkembangan teknologi sangat bermanfaat untuk memudahkan akses transportasi dan komunikasi. Namun, disisi lain dampak negatif dari perkembangan yang tidak terkontrol dan lemahnya estimasi penggunaan energi akan mengurangi cadangan energi. Seperti diberitakan di beberapa media mengenai pembatasan energi, konversi energi, dan energi alternatif menandakan bahwa ketersediaan beberapa jenis energi mulai defisit. Memanfaatkan teknologi dengan tidak mengenyampingkan aspek ketersediaan energi merupakan sesuatu yang bijak.

Gambar SPBU yang kehabisan jenis BBM

Gambar

http://topikharini.blogspot.com/2010/11/pasokan-telat-sejumlah-spbu-di-lamongan.html.

Ledakan populasi dunia sepeti dilangsir oleh PBB tahun 2050 mencapai angka 9,3 miliar. Korelasinya terhadap cadangan energi dapat dianalogikan, setiap anak yang terlahir membutuhkan pangan, air dan energi, jika1 juta energi digunakan untuk 1.000 anak yang lahir, kemudian digunakan untuk 1.500 orang maka secara logika terjadi krisi energi yang dapat mempercepat reduksi cadangan energi.

Gamabar. Perkembangan jumlah penduduk U.S

Gambar

http://dinifitriyanti.blogspot.com/

Konferensi populasi dan pembangunan dunia 1994 di Kairo, Mesir menyatakan 20% penduduk kaya di belahan utara bumi mengonsumsi 80% barang kebutuhan dunia. Menurut data Badan Energi Amerika tahun 2007, menyatakan bahwa penduduk Amerika yang mewakili 5% populasi dunia mengonsumsi 20% sumber energi dunia. Sedangkan, negara-negara maju memiliki tingkat natalitas yang rendah. Oleh karena itu, ledakan penduduk hanya satu dari sekian faktor penyebab menyusutnya cadangan energi. Yang lebih penting ialah bagaimana memberikan pengetahuan dan kesadaran dari individu untuk menghemat energi demi keberlanjutan kehidupan saat ini dan generasi.

Meskipun banyak energi alternatif yang kemudian menjadi energi subtitusi, misalkan biosolar, geothermal dsb. Tetap saja tidak memberikan solusi jangka panjang, jika kesadaran manusia bumi masih minim menganai pentingnya hemat energi untuk masa depan.

Hemat energi dapat dilakukan dengan mematikan lampu dan kran air jika tidak digunakan memaksimalkan penggunaan angkutan umum serta hal-hal lain yang dapat mengurangi konsumsi energi.  Di ibaratkan: ketika 1 (satu) orang di bumi menghemat setetes BBM maka ada sekian barel yang dapat digunakan untuk beberapa tahun kedepan.

Bisa jadi krisi energi yang terjadi saat ini, disebabkan karena daya konsumtif masa lalu yang berlebih. Jika ya, Apakah anda akan melakukan hal yang sama?

Gambar

http://akhisuhono.wordpress.com/tag/kebijakan/

One thought on “MEMBANGUN KESADARAN HEMAT ENERGI UNTUK MASA DEPAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s