Peran Pabrik Gula dengan Kemitraan Usaha Tani Tebu: Tingkatkan Ekonomi Daerah

Kemitraan

Pogram TRI (Tebu Rakyat Intensifikasi) merupakan program pemerintah untuk mendorong kembali semangat petani tebu dalam meningkatkan produktivitas areal tanam sehingga tercapai swasembada gula yang telah dicanangkan mulai tahun 2014. Program ini untuk menjawab rendahnya produksi gula nasional dibandingkan tingginya permintaan yang masih disiasati dengan impor gula. Ketergantungan impor mengakibatkan Indonesia sebagai negara ke-3 pengimpor gula terbesar, setelah Rusia dan India. Padahal ketika tahun 1984-1985, Indonesia pernah mengalami masa swasembada gula. Waktu yang singkat dan tidak berkelanjutan tersebut disebabkan karena Pabrik Gula (PG) tidak dapat memenuhi kebutuhan penduduk yang terus meningkat, krisis ekonomi, dan sebagainya. Oleh karena itu, butuh konsistensi program TRI sebagai bentuk kemitraan antara PG dan usaha tani tebu masyarakat. Berdasarkan Undang-Undang nomor 9 tahun 1995 dinyatakan bahwa kemitraan adalah kerjasama antara usaha kecil dengan usaha menengah atau dengan usaha besar yang disertai dengan pembinaan dan pengembangan usaha yang berkelanjutan oleh usaha besar atau menengah dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan. Kata saling ini menandakan jika kemitraan bersifat “wing-wing solution partnership”, bukan untuk merger atau akusisi namun membentuk kemandirian masing-masing dalam usaha yang dijalankan. Didukung oleh pendapat Hafsah (2003), kemitraan menjadi penting karena pabrik gula membutuhkan tebu yang dihasilkan oleh petani untuk memenuhi pasokan bahan baku tebu. Sedangkan petani tebu membutuhkan permodalan yang cukup tinggi yang dapat diperoleh melalui kredit dengan pabrik gula. PTPN X (PT Perkebunan Nusantara X) merupakan PG (Pabrik Gula) yang tidak memiliki HGU (Hak Guna Usaha) lahan sehingga suplay gula dari usaha tani masyarakat. Sebagai mitra, PTPN X memberikan dana pinjaman maupun hibah dalam bentuk PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan).

Jenis dan Pola Kemitraan menurut Direktorat Pengembangan Usaha, Departemen Pertanian dalam  Puspitawati (2006) memberikan panduan mengenai beberapa jenis pola kemitraan, yaitu:  Inti Plasma, Subkontrak, Perdagangan Umum, Keagenan, Kerja sama Operasional Khusus (KOA), Pola Kemitraan Saham. Menurut Hafsah (2003) menyatakan bahwa khusus pabrik gula milik BUMN, dalam hubungan kemitraan dengan petani memberikan subsidi baik langsung maupun tidak langsung, misalnya subsidi harga bibit dari pabrik gula, biaya penelitian dan pengembangan, biaya pendahuluan bagi petani, atau biaya tebang angkut.  PTPN X yang menyumbang 19% kebutuhan gula nasional, secara konsisten memberikan pelatihan dan penyuluhan kepada para petani tebu dalam memecahkan permasalahan yang timbul untuk mengoptimalkan kapasitas giling 37.000 TCD dan perluasan lahan di Madura. Kepala Bagian Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PTPN X, Wasis Pramono mengatakan BUMN tersebut juga memberikan pinjaman modal tanam bagi petani tebu sebesar Rp 25 juta per hektar dengan bunga 6%. Sedangkan, retribusi program bina lingkungan dengan cara pemberdayaan kondisi sosial masyarakat melalui pemanfaatan dari bagian laba yang diberikan dalam bentuk hibah untuk bantuan bencana alam, kesehatan, sarana dan prasarana umum, pendidikan, sarana ibadah dan pelestarian alam.

Kemitraan membutuhkan monitoring paralel untuk saling mengevaluasi kinerja masing-masing. Misalkan. Butuh pengawasan yang jelas dalam penerimaan kredit dari petani tebu, transparansi harga gula oleh Pabrik Gula, meminimalisir keterlibatan faktor luar: pengepul yang membeli tebu dengan harga dibawah rata-rata. Belum lagi, ketika faktor alam tidak mendukung pertumbuhan tebu atau menggagalkan panen tebu. Bagaimanapun kemitraan yang baik menjangkau seluruh aspek baik keuntungan maupun resiko kegagalan namun, tidak meninggalkan tanggung jawab pada kontrak.

Kemitraan-tingkatkan ekonomi daerah

Terlepas dari beragam masalah budidaya tebu hingga menyebabkan fluktuasi jumlah gula yang dihasilkan. Pola kemitraan yang saling menguntungkan menjadi angin segar bagi petani. Masyarakat tani merasa lebih berdaya melalui pelatihan dan pembinaan serta pengoptimalan tanam tebu sehingga faktor on-farm dapat menyumbang secara signifikan pencapaian swasembada gula. Pemberian modal untuk penyegaran budidaya tebu dan perluasan lahan akan mendongkrak kapasitas produksi dan mendukung dari rencana perluasan lahan PTPN X di sejumlah wilayah.

Perlu diketahui bahwa selama ini industri gula menjadi sumber pendapatan bagi sekitar 900 ribu petani dengan jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai sekitar 1,5 juta orang yang terdiri atas karyawan, pegawai musiman dan petani tebu. Tidak menutup kemungkinan jumlah ini akan terus meningkat karena produksi gula yang tinggi dan perluasan lahan membutuhkan banyak tenaga kerja yang diserap dari warga lokal atau di sekitar kawasan usaha tani dan PG sehingga menambah pendapatan keluarga. PTPN X merupakan perusahaan BUMN yang tentunya memiliki standar upah dan jaminan keluarga bagi tenaga kerjanya.

Meningkatnya pertanian gula dan  PG akan mempengaruhi multiplier effect lainnya seperti menjamurnya warung makan, bisnis properti, objek wisata, investor perhotelan dan sebagainya.

PAD (Pendapatan Asli Daerah) meningkat dari pembayaran pajak PG (Perusahaan Gula), Usaha Tani Tebu Masyarakat dan industri lainnya yang akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah.

DAFTAR PUSTAKA

Fadilah, R dan Sumardjo. 2011. Analisis Kemitraan Antara Pabrik Gula Jatitujuh Dengan Petani Tebu Rakyat Di Majalengka,  Jawa Barat. Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia | Agustus  2011, hlm. 159-172.

Hafsah, Mohamad Jafar. 2003.  Bisnis Gula di Indonesia. PT. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.

Puspitawati, Eka. 2006.  Analisis Kemitraan antara PT PERTANI (PERSERO) dengan Petani Penangkar Benih Padi di Kabupaten Karawang. Tesis. Program Pascasarjana: Institut Pertanian Bogor.

http://www.bisnis.com/articles/produksi-gula-ptpn-x-bidik-target-538-dot-000-ton. 7 Januari 2013. Pukul 03:00 WIB.

http://www.ptpn10.com/Berita.aspx?id=847; 7 Januari 2013. Pukul 03:07 WIB.

http://www.kabarbisnis.com/read/2835577. 7 Januari 2012. pukul 19.00 WIB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s